Archive | Profesionalisme RSS feed for this section

Profesionalisme Ala Tukang Sayur

19 Feb

Suatu hari saya pergi jalan-jalan menikmati pagi bersama keluarga ke pasar tradisional, di pasar itu saya membeli tempe. Waktu itu harga tempe Rp. 1.500,- perbungkus dan saya membeli tiga bungkus seharga Rp. 4.500,-. Lalu saya mengeluarkan uang Rp. 5.000,- dari saku saya tetapi tukang tempe tidak mempunyai uang receh untuk kembalian, dan saya pun berkata “kembaliannya ambil saja mang….”

Saya pun kembali berjalan bersama keluarga. Belum beberapa langkah dari tempat si tukang tempe, si penjual tempeĀ  mengejar dan memberikan sepotong tempe lagi, sambil berkata “ibu, ini ambil sepertiganya lagi, saya hanya punya hak Rp. 4.500,-…..”

Menarik bukan ? Tukang sayur yang hidupnya sederhana tapi menjunjung profesionalisme. Kenyataan sekarang, dilingkungan kita, banyak aparat di pemerintahan ataupun diluar pemerintahan yang tidak melakukan apa-apa saja ketika diberi amplop, malah senangnya minta ampun, tidak peduli uang itu didapat dari mana, malah kadang sengaja minta.

ironis, tapi,, itu kenyataan……

  • Bagaimana kita bisa mengklaim kita profesional kalau kita sendiri tidak profesional.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.