Kita Layak Jadi Orang Miskin

13 Jan

Kemiskinan merupakan keadaan yang tidak disukai oleh semua orang, kemiskinan mewabah dan menggurita di negeri ini. Kemiskinan layaknya jaringan rantai berputar tak berujung, di antara kita berteriak dan berseloroh bahwa kita harus memberantas kemiskinan, kenyataannya, kita menyukai kemiskinan itu sendiri, kita bercumbu dan bermesraan dengan kemiskinan dalam keseharian. Dimungkiri??? tidak. Ini kenyataan. Kita layak jadi orang miskin, kita malas, kita peminta-minta, kita konsumtif dan kita bodoh.

Malas sebenarnya bukanlah penyakit baru pada abad milenia ini, malas merupakan penyakit yang sudah berusia ribuan tahun, malas tidak ada obatnya, hanya diri sendiri yang mampu melawannya, malas terlahir oleh banyak faktor diantaranya mentalitas, kemalasan terlahir dari diri yang biasa dimanjakan, enggan melakukan sesuatu yang susah memilih sesuatu yang mudah, enggan bekerja sebab bekerja berarti berkeringat, berkeringat berarti capek, diantara kita lebih berpangku tangan dan memilih bersantai ria. Apa kita tidak layak  jadi orang miskin?

Peminta-minta, diantara kita lebih senang meminta dari pada memberi, sifat ini pun terlahir dari banyak faktor diantaranya sekali lagi mentalitas. Ironisnya, pada era sekarang ini meminta merupakan pekerjaan biasa dan bukan sesuatu yang memalukan, malah ia mewabah dan menjadi profesi. Si miskin lebih suka meminta dijalan-jalan atau dari rumah kerumah dan menolak untuk bekerja, alasannya lapangan pekerjaan susah. Banyak PR besar untuk negeri ini, pejabat lebih suka meminta segala kebutuhan tektek bengeknya dari anggaran negara atau daerah dengan menghabiskan anggaran orang miskin. Seribu satu alasan legitimasi terciptakan untuk memuluskan mentalitas meminta-minta. Apa kita tidak layak jadi orang miskin?

Konsumtif, coba perhatikan disekitar kehidupan kita dan keseharian kita, makanan, pakaian, barang-barang dirumah dan lain-lain, berapa persen yang kita konsumsi sesuai dengan kebutuhan kita? atau lebih banyak kita konsumsi karena keinginan kita? makanan tidak perlu mewah tapi cukup memenuhi gizi, pakaian tidak berlebihan tapi sopan. Konsumsi kita terhadap produk-produk lebih didominasi rasa prestisius dan gengsi tidak mempertimbangkan banyak faktor. Apa kita tidak layak jadi orang miskin?

Bodoh, barang siapa menghendaki kehidupan dunia hendaklah dengan ilmu, barang siapa menghendaki kehidupan akhirat hendaklah dengan ilmu, barangsiapa menghendaki keduanya hendaklah dengan ilmu, tidak peduli sekaya apapun negeri ini, tidak peduli sebanyak apa warisan dari orang tua kita, kalau kita bodoh pasti semua akan habis atau diakalin orang. Harga suatu kebodohan adalah membuat kita miskin. Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat. From the beginning of the life until the end of life. Thalabul ‘ilmi madal hayah. kalau kita bodoh, apa kita tidak layak jadi orang miskin?

Setiap orang ingin mengubah keadaan ini tapi hanya sebatas keinginan saja tidak diikuti pergerakan, sementara perubahan akan hanya terjadi jika diikuti pergerakan, dengan kata lain sebuah pepatah mengatakan, kita lebih senang membicarakan khasiat jamu tapi tidak mau meminumnya.

 

11 Responses to “Kita Layak Jadi Orang Miskin”

  1. Astra satria January 18, 2011 at 4:56 pm #

    Supaya tidak malas kita memerlukan motivasi, serta orang-orang terdekat yang bisa mengingatkan kita, termasuk tulisan Anda, sudah termasuk dalam mengingatkan.

  2. Srikandi Hati January 19, 2011 at 5:16 pm #

    Dan anda adalah salah seorang yang selalu memotivasi saya,,,terima kasih sahabat,,,,😉

  3. Anak tapsel February 15, 2011 at 1:19 pm #

    wow hebat salam kenal dari medan orangnxa kere abis bukan kren mbak y tp kere

    • Srikandi Hati February 15, 2011 at 1:27 pm #

      salam kenal juga dengan orang subang, thank u ya jauh-jauh dari Medan berkenan mampir ke sini he he he,,,,,

  4. Anak tapsel February 15, 2011 at 1:45 pm #

    Iy donk ne kunjungan blik mbak dari blogpanompuan.wp.com

    • Srikandi Hati February 15, 2011 at 1:47 pm #

      link saya di simpan ya, tuh link mu sudah saya simpan,,,,!

  5. Anak tapsel February 15, 2011 at 1:51 pm #

    masih bingung mbak cara nyimpanx gmana alnxa ak msh pemula neh

    • Srikandi Hati February 15, 2011 at 1:54 pm #

      cama donk, aku juga pemula, sambil belajar lah!

  6. Anak tapsel February 15, 2011 at 1:58 pm #

    y deh mbak emg disimpan dimananya dh dompet y mbak ato disaku wakak k k k maaf mbak sy suka bcnda he he

    • Srikandi Hati February 15, 2011 at 2:02 pm #

      bukan, disimpen di kantong kresek aja,,,,😀

  7. Anak tapsel February 15, 2011 at 2:04 pm #

    di kulkas aja mbak biar enakan dirasa link it ha ha asyik juga y mbak bcnda ma s mbak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: