Profesionalisme Ala Tukang Sayur

19 Feb

Suatu hari saya pergi jalan-jalan menikmati pagi bersama keluarga ke pasar tradisional, di pasar itu saya membeli tempe. Waktu itu harga tempe Rp. 1.500,- perbungkus dan saya membeli tiga bungkus seharga Rp. 4.500,-. Lalu saya mengeluarkan uang Rp. 5.000,- dari saku saya tetapi tukang tempe tidak mempunyai uang receh untuk kembalian, dan saya pun berkata “kembaliannya ambil saja mang….”

Saya pun kembali berjalan bersama keluarga. Belum beberapa langkah dari tempat si tukang tempe, si penjual tempe  mengejar dan memberikan sepotong tempe lagi, sambil berkata “ibu, ini ambil sepertiganya lagi, saya hanya punya hak Rp. 4.500,-…..”

Menarik bukan ? Tukang sayur yang hidupnya sederhana tapi menjunjung profesionalisme. Kenyataan sekarang, dilingkungan kita, banyak aparat di pemerintahan ataupun diluar pemerintahan yang tidak melakukan apa-apa saja ketika diberi amplop, malah senangnya minta ampun, tidak peduli uang itu didapat dari mana, malah kadang sengaja minta.

ironis, tapi,, itu kenyataan……

  • Bagaimana kita bisa mengklaim kita profesional kalau kita sendiri tidak profesional.

12 Responses to “Profesionalisme Ala Tukang Sayur”

  1. kamal February 19, 2011 at 3:51 pm #

    wah tukang sayur aja bisa profesinal.. ah.. aku ga mau kalah ah… sama tukang sayur:)

  2. Ami February 19, 2011 at 10:39 pm #

    Penjual tempe ini jujur mengikuti ajaran Nabi SAW. Ma kasih cerita inspiratifnya…

  3. lozz akbar February 20, 2011 at 1:52 am #

    wah semoga saja posting ini dibaca para oran-orang pinter ya, semoga mempunyai sedikit rasa malu

  4. eren February 20, 2011 at 8:59 am #

    Aslm.. salam kenal🙂
    thanks dah berkunjung ke blog saya..
    negara ini memang membutuhkan orang2 yang bersikap profesional.. baik itu pejabat maupun tukang sayur.. nice post..🙂

  5. Tips Blogging February 20, 2011 at 10:50 am #

    itu cara berdagang Rosulullah Nabi Muhammad yang diterapkam ketika m,enjual kurma kurma siti khodijah di negeri syam. Hebat juga dia

  6. Anisayu February 20, 2011 at 12:27 pm #

    Orang tak punya kaya hati
    Orang kaya harta miskin hati

    banyak terjadi dan sering saya jumpai. sedih si hehehe
    Cerita yg menaruh hati nih,,
    Salam knal juga,,,,

  7. Anisayu February 20, 2011 at 12:29 pm #

    wah masuk ga komentku ntadi hmmmm
    Cerita menarik nih …

    • Srikandi Hati February 22, 2011 at 5:57 pm #

      He he he Mba Ayu tahu nggak semua komenmu terperangkap spam, wah wah kok bisa begitu ya, apa nulis komennya sambil ngantuk ya hehehe,,,nggak kan?

  8. Lockjaw Theory February 20, 2011 at 1:38 pm #

    wah,, kejadian yang langka bu
    apalagi di jaman sekarang

  9. dina.thea February 21, 2011 at 2:33 pm #

    kunjungan balik mba, saya ijin link yah. Kadang orang kecil itu berhati besar, dan sebagian orang besar hatinya kecil, tull ga😉

  10. Red February 21, 2011 at 4:39 pm #

    orang jujur yang profesional semakin langka saja yah…

  11. Srikandi Hati February 22, 2011 at 6:01 pm #

    Terima kasih semuanya,,,semoga saja kita dapat meniru apa yang dilakukan si tukang tempe tadi sehingga kita dapat menjunjung sikap profesionalisme,,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: