Archive | Kehidupan RSS feed for this section

Pasrah Menanti Takdir

21 Mar

Dalam berjuang mengarungi kehidupan ada saja ujian yang mendatang. Itu tandanya Allah sayang, tetapi insan cepat mengeluh kesempitan, tak pernah rasa cukup dengan apa yang ada, susah benar mengucap syukur Alhamdulillah…

Akal membedakan manusia dengan makhluk lainnya… namun sayang seribu kali sayang… nikmat itu disalahgunakan, musuh-musuh Islam tak tidur malam, memikirkan cara menjatuhkan umat islam….

Andai benar ada secabis keinsyafan, mempunyai secubit rasa keikhlasan,,,, bajailah dengan Al-qur’an, tuntunlah hati dengan As-Sunnah… jangan jadi insan yang tak mengenal budi kepada Illahi, jangan pernah bosan berjuang mencari cinta abadi, karena tujuan kita menuju syurgawi yang menanti….

Robb,,,! hamba ini hanya makhluk yang hina,,,, terlalu cepat berputus asa, terlalu susah menahan amarah, terlalu gampang untuk berbangga,,, Astagfirullah,,,!! bantulah daku Robb, menjadi insan yang mencintai dan dicintaiMu….

Surutkanlah perpecahan… biar pasang persaudaraan…oborkan semangat, jangan biarkan ditiup angin kelemahan….

hanya padaMu hati pasrah menanti takdir…setiap kali daku terjatuh lagi, lalu Engkau bangkitkan diriku lagi…

Sesungguhnya amal, hidup dan matiku hanya untukMu… bimbinglah diriku agar pribadi Rosulullah menjadi ikutan, jadikan daku Srikandi MujahidahMu agar cintaMU menghiasi hariku….

Pelajari Air Mengalir,,,

14 Mar

Kali ini saya punya kisah cerita tentang air yang menyimpan banyak rahasia, dan mungkin bisa kita jadikan pembelajaran untuk berwirausaha….

Kisah ini dimulai dari impian setetes air yang berada diangkasa raya. Dalam ketermenungannya, dia punya ambisi untuk mencapai samudra dan menjadi salah satu tokoh penting disana. Untuk bisa turun kebumi si tetes air menumpang angin untuk bergabung dengan awan. Tiba-tiba awan saling berbenturan di angkasa dan terjadilah semburan kilat yang menggelegar, setetes air pun terpelanting jatuh kebumi dengan deras bersama jutaan air lainnya. Sang air mendarat di atas sebuah rumah. Dengan gigih dia memimpin beberapa tetes air bergerak menuju genting, tapi kaki sang air terpeleset di sebuah genting yang renggang, lalu terjatuh, badannya melayang dan jatuh diatas langit-langit, dia berusaha terus turun, namun malang nian, dia hinggap diatas panci yang panas diatas api, rupanya sang pemilik rumah sedang memasak, badan si tetes pun menggeliat kepanasan, belum selang semenit pun dia habis menguap di udara.

Perjuangan dan impian tidak bisa diraih secara langsung. Kegagalan sering menghinggapi siapa pun yang berusaha mendapatkan kesuksesan. Gagal itu biasa, tapi bangkit dari kegagalan baru luar biasa.

Sang air berusaha kembali menyatukan diri diangkasa dan bergabung kembali dengan awan lalu turun kebumi, kali ini sang air berhasil melewati genting dan terjatuh dengan puluhan tetes air yang berhasil dipimpinnya, tetapi ternyata dibawah ada sebuah ember, sang air pun terdampar dan terjebak di sana. Satu hari terlewati, dua hari terlalui dan minggu pun berganti, Si tetes air berpikir dan berusaha dengan keras mencari jalan keluar. Kesabaran dan kegigihannya, mengantarkan dia pada bocor dibawah ember, bocor itu sangat kecil hanya rembesan air yang mampu keluar, sang air pun memimpin teman-temannya untuk keluar bergantian dengan sabar, ember besar yang berisi air pun akhirnya kosong.

Sang air masuk keselokan dan sungai, dia mengalir mencari arah, dia terus mencari tempat terendah dan menuju muara di lautan. Dia berusaha melewati beribu rintangan yang terus menghadang dan menaklukan cobaan yang terus berganti. Setahun, dua tahun hingga tiga dekade telah terlewati, sang air kini menemukan jalannya. Dia berada ditengah samudera dengan memimpin jutaan dan milyaran air untuk terus meneruskan tugasnya menjaga keseimbangan alam semesta.

Ternyata, samudera bukanlah tempat yang tenang. Samudera selalu bergejolak, banyak badai yang terjadi hampir setiap hari, dan matahari menyengat memaksa air di samudera menguap untuk diubah kembali menjadi awan. Si tetes air mengalami terus tempaan, tiada akhir dari perjuangan, hanya kematian dan ketiadaan yang mampu menghentikannya. Waktu yang akan menjemput si tetes air ke singgasana keabadian di khayangan nanti. Waktu tersisa dalam kedigjayaan si tetes air adalah waktu ketika ia harus tetap mawas diri.

Kesuksesan sering melupakan diri kita dari mana dahulu  memulai. Cita-cita mulia yang diangankan banyak berubah ketika mencapai kedigjayaan. Meski kita berasal dari bawah, ketika telah berada diatas, kita sering melupakan segala jalan yang pernah ditempuh.

 

Hidup Ini,,,,

12 Mar

Alangkah indahnya hidup ini dalam perhitungan Allah. Setiap hari mengikuti rutin 24 jam dari sejak awal terbukanya mata setelah dimatikan sekejap dan kemudian tertutup lagi untuk menikmati perjalanan malam yang panjang dengan harapan moga-moga mata ini akan berpeluang lagi menatap cantiknya kehidupan yang terbentang luas.

Untuk menjadi insan yang mempersembahkan segala yang terbaik yaitu yang bermakna untuk dunia dan berarti untuk akhirat, tidak mudah untuk mewujudkan kata-kata tersebut, tak semudah untuk mengetik huruf-huruf dan bersatu menjadi kalimat yang indah.

Bila kau memandang segalanya dari Allah, yang menciptakan ujian, yang menyebabkan sakitnya hati, yang menyebabkan kinginan terhalang, maka damailah hati karena tidaklah Allah sengaja mengatur segalanya untuk sesuatu yang sia-sia. Bukan Allah tidak tahu derita hati tetapi mungkin itulah yang Dia maukan, karena Dia tahu hati yang beginilah selalu lebih lunak dan mudah untuk dekat dan akrab dengan-Nya…. Dengan seorang diri berteman akal dipandu iman… moga hari-hari seterusnya lebih indah dan mendamaikan…..

Terbakar diriku sekian lama bermain api dosa YA RAHMAN YA ROHIM… Kumohon berteduh dibawah rindang kasih dan rimbunan keampunan MU….

Dicelah-celah pepohonan keinsyafan, kumohon cahaya hidayah dan taufiqMU… moga sinar itu membawa diriku keluar dari rimba kejahilan dan kemaksiatan… memandu aku ke denah yang betul hingga keujung nyawa…..!

Hidup Adalah Perjuangan

7 Mar


Melangkah dan terus melangkah…. Adakalanya diri terpaksa berlarian pula, adakalanya perjalanan terhenti seketika…. tertarik pada suatu pohon yang amat rindang, redup dibawahnya dari gasakan terik mentari.¬† Akarnya timbul melata dari tanah, menggambarkan keteguhan dan kekuatannya mampu bertahan andainya dirempuh angin taufan dan bah banjir. Sedikitpun tidak tergugat, walaupun dari salah satu akarnya telah tercabut namun masih ada akar lain yang gagah menggenggam bumi biar tidak rebah dan tumbang. Menarik alunan cabang ranting-rantingnya mengeluarkan dedaunan pucuk hijau, berselingan bunga-bungaan yang mekar berseri… wangi memikat isi hati dan perasaan…. dan buah-buahan yang masak ranum menambah kualitas bagi sebatang pohon.

Adakalanya diri tersadar bahwa diri tidak layak untuk memetik dan merasainya. Diri ini hanyalah perantau yang sekedar memiliki waktu yang sementara untuk berteduh dibawahnya. terkadang sebuah pohon itu menggugurkan bunganya jatuh anggun melayang diribaan. Buat diri menikmati wangian sementara bagi menenangkan kecarutmarutan dan kekeliruan emosi. Terkadang juga buahnya senantiasa ada saja, walaupun tergugur dari puncak pohon, tetapi baik isi rupanya.

Pohon ini setia membiarkan diri berteduh dibawahnya, tetapi diri merasa bahwa sudah tiba waktunya untuk bangkit lagi, menapak memulakan perjalanan. Tidak selamanya patut hanya untuk duduk berteduh, diri perlu bergerak, mencari arah tujuan, biarpun bakal bersua liku-liku berbatu, gunung-gunung bercabang, dan onak ranjau berduri. Tetap mencoba…. tekad dan yakin hati.

Dunia ini hanya sementara….. bersama bersegera menuju jalan kembali….. esok pasti kan sampai kepada-Nya.