Archive | Kesuksesan RSS feed for this section

Pemuda Bangsa

25 Mar

Pernah saya berpikir, meraih kesuksesan adalah sesuatu yang mudah. Seperti layaknya anak muda lainnya, jiwa muda dalam diri saya memandang sesuatu dengan mudah untuk diraih. Seperti dalam teori-teori yang pernah saya pelajari bahwa, dengan konsisten melaksanakan sesuatu, kita akan mudah meraihnya. Ternyata kenyataanya tidak semudah itu, berulangkali saya melihat seseorang yang gagal, kecewa dan berulangkali mereka harus memulai dari awal. Teori yang saya pelajari terpatahkan oleh kenyataan.

Tetapi bapak saya sering memberi nasihat, beliau bercerita tentang sebatang pohon bambu yang baru tumbuh, bambu muda, bambu yang tumbuh paling tinggi diantara bambu-bambu lainnya, bambu yang baru melihat betapa luasnya dunia ini dan berpikir bisa melakukan semua dengan mudah. Tapi, apa yang terjadi ketika hujan turun dengan deras dan angin berhembus dengan kencang? bambu muda itu tidak sanggup menahannya. Sementara, bambu tua bergerak meliuk-liuk mengikuti arah angin berhembus. Bambu muda akan patah, kecuali dia selalu berada diantara rumpun bambu-bambu tua (dan persepsi saya tentang hal ini adalah anak muda yang terhantam cobaan jika tidak berada disekitar orang tua yang bijak, maka dia akan patah). Akibatnya,,,jika bambu muda itu patah sangatlah buruk. Meski nanti usianya tua, bambu itu tidak akan bisa dipakai apa-apa, bahkan untuk kayu bakar pun tidak bagus.

Sekolah saya rasakan seperti mesin produksi yang berlomba menciptakan banyak produk lulusan dengan nilai tinggi. Sekolah tidak mengajarkan inti dari pembelajaran itu sendiri, al hasil, ia hanya menciptakan para lulusan yang tidak kreatif dan berhenti melakukan pembelajaran ketika selesai meninggalkan bangku sekolah.

Para generasi muda negeri ini kaya dengan teori tapi miskin dengan praktik, kemahirannya hanya bisa ngomong teori, tetapi ketika melaksanakannya, mereka berpangku tangan. Mereka lebih senang membicarakan cara daripada melakukannya.

Lebih ironis lagi, pemerintah negeri ini pun diisi oleh para jagoan teori yang miskin implementasi. Mereka laksana bambu muda yang menjulang tapi tak mengakar. Maka saat krisis mendera, yang ada hanyalah saling menyalahkan, yang ada hanyalah menganggap teori yang dikemukakan paling sahih untuk mengatasi keadaan, sedangkan pada kenyataannya, tidak banyak tindakan dilakukan sehingga rakyat semakin banyak menjadi korban.