Archive | Ungkapan Hati RSS feed for this section

Kesunyian Hati,,,,

19 Mar

Ketika hati sunyi dan ketakutan yang teramat

Tiada tempat untuk kusandarkan duka yang sedang membelah jiwa

Aku hanya seorang pengembara asing yang berhenti singgah mencari tapak bahagia, keluar dari darita, lalu tiba di maya pada

Ku berjerih payah membina kembali

Semangat hidup yang pernah lenyap suatu ketika dahulu

Ku bina dengan tabah dan air  mata

Sehingga ku mampu berdiri walaupun ketika sedang disakiti oleh kenangan dan kerinduan lama

Kini,,,, aku bagaikan kembali terjatuh kelembah yang gelap, dingin, sunyi dan menyakitkan

Biarpun tak sendiri, meraba-raba dalam do’anya kepada Illahi

Hanya Dia saja yang masih ada dan sedang memperhatikanku

Ombak dilaut bergulung kasar, menghempas ke pantai berulang-ulang

Ketika langit malam gelap mendung mengandungi hujan

Kurasakan diri bagaikan sedang bersendirian

Di sebuah pantai yang tak berpenghuni sedang sujud sedih dipinggirku

Datang ombak membawa hanyut ke laut dalam

Gelap, sejuk, dingin, sepi dan terombang-ambing tanpa mampu bernafas lagi

Hanya Tuhan sajalah yang dapat membantunya,,,,,!

“Hari Itu,,,,”

5 Feb

Hari itu yang berlalu diri berlari mengejar bahagia,,, mengharap sinar,,,, lalu tersungkur rebah derita dan duka, Bangkit kembali dengan harap dan do’a, tetapi tiba di penghujung dengan sesal,,,hampa dan kecewa,,, Putus harap pada sinar itu sehingga belajar lagi bagaimana untuk bermula, bertatih menerima ukiran taqdir atas sutra kehidupan,,,,

Hari itu yang berlalu juga mengajari diri bagaimana untuk meminta meski tahu  mungkin akan kecewa jua, tetapi hari itu juga yang menyadarkan diri bahwa meminta dan kecewa adalah ni’mat yang perlu dinikmati dengan sabar,,,,,

Hari itu yang berlalu juga menjadi bukti betapa diri ini lemah tiada berdaya, tak pernah mampu untuk hadapi apa jua yang tidak dicernakan melalui impian, namun hari itu juga yang mengajari bahwa inilah sutera kehidupan,,,,!

Hari itu yang berlalu tidak hanya sepi dihias duka tetapi hari itu yang berlalu Allah hadiahkan cinta itu pada penghujung sendu dan bulat kecewa,,,,,,

Hari itu yang berlalu melahirkan seorang insan yang tidak punya impian dan mimpi untuk hidup, segala yang ada cuma perkiraan untuk kembali kepada Tuhan, dan menanam harapan untuk bertemu wajah Dia pada esok hari,,,,,!

Hari itu yang berlalu berbicara Dia bahwa cinta ini untuk disini perlu kuukir sinar kasih padaNya sebagai bekal pertemuan kembali aku dan dia, maka cinta itu disimpan, lalu tumbuh bebunga harapan untuk kusulam cinta itu dengan segala yang ada dengan sebuah ikatan,,,,

Hari ini menyebabkan hari yang berlalu itu dirindui, karena segalanya masih seperti akhirnya hari yang berlalu cuma cinta itu sudah mulai disulam dengan segala perasaan menuju sebuah ikatan sebagai bekal untuk bertemu Tuhan, menatap dan berbicara dengan Ar-Rahman pada saat yang ditentukan,,,,

Hari ini bebunga harapan mulai mekar keindahan, hati ulai diresap kebimbangan apakah bebunga yang mekar ini bakal digubah elok memacu langkah menuju impian, ataukah akan berguguran jua karena tewas jasad dan ruh tanpa cukup persiapan pada amalan,,,,,

Hari ini segalanya kuserah dan kusimpulkan dalam sebuah pasrah harap bernama do’a, karena bicaraNya memintaku untuk terus meminta, kelak akan Dia kabulkan jua,,,,,

Hari ini pasrahku jua dengan segala impian, harapan, dan ketakutan bersama rantaian rintihan,,,,,

Hari ini menyebabkan diri tegar menghadapi hari esok,,,,,,,!!!! segalanya telah kuserahkan,,,,!!!!