Pelajari Air Mengalir,,,

14 Mar

Kali ini saya punya kisah cerita tentang air yang menyimpan banyak rahasia, dan mungkin bisa kita jadikan pembelajaran untuk berwirausaha….

Kisah ini dimulai dari impian setetes air yang berada diangkasa raya. Dalam ketermenungannya, dia punya ambisi untuk mencapai samudra dan menjadi salah satu tokoh penting disana. Untuk bisa turun kebumi si tetes air menumpang angin untuk bergabung dengan awan. Tiba-tiba awan saling berbenturan di angkasa dan terjadilah semburan kilat yang menggelegar, setetes air pun terpelanting jatuh kebumi dengan deras bersama jutaan air lainnya. Sang air mendarat di atas sebuah rumah. Dengan gigih dia memimpin beberapa tetes air bergerak menuju genting, tapi kaki sang air terpeleset di sebuah genting yang renggang, lalu terjatuh, badannya melayang dan jatuh diatas langit-langit, dia berusaha terus turun, namun malang nian, dia hinggap diatas panci yang panas diatas api, rupanya sang pemilik rumah sedang memasak, badan si tetes pun menggeliat kepanasan, belum selang semenit pun dia habis menguap di udara.

Perjuangan dan impian tidak bisa diraih secara langsung. Kegagalan sering menghinggapi siapa pun yang berusaha mendapatkan kesuksesan. Gagal itu biasa, tapi bangkit dari kegagalan baru luar biasa.

Sang air berusaha kembali menyatukan diri diangkasa dan bergabung kembali dengan awan lalu turun kebumi, kali ini sang air berhasil melewati genting dan terjatuh dengan puluhan tetes air yang berhasil dipimpinnya, tetapi ternyata dibawah ada sebuah ember, sang air pun terdampar dan terjebak di sana. Satu hari terlewati, dua hari terlalui dan minggu pun berganti, Si tetes air berpikir dan berusaha dengan keras mencari jalan keluar. Kesabaran dan kegigihannya, mengantarkan dia pada bocor dibawah ember, bocor itu sangat kecil hanya rembesan air yang mampu keluar, sang air pun memimpin teman-temannya untuk keluar bergantian dengan sabar, ember besar yang berisi air pun akhirnya kosong.

Sang air masuk keselokan dan sungai, dia mengalir mencari arah, dia terus mencari tempat terendah dan menuju muara di lautan. Dia berusaha melewati beribu rintangan yang terus menghadang dan menaklukan cobaan yang terus berganti. Setahun, dua tahun hingga tiga dekade telah terlewati, sang air kini menemukan jalannya. Dia berada ditengah samudera dengan memimpin jutaan dan milyaran air untuk terus meneruskan tugasnya menjaga keseimbangan alam semesta.

Ternyata, samudera bukanlah tempat yang tenang. Samudera selalu bergejolak, banyak badai yang terjadi hampir setiap hari, dan matahari menyengat memaksa air di samudera menguap untuk diubah kembali menjadi awan. Si tetes air mengalami terus tempaan, tiada akhir dari perjuangan, hanya kematian dan ketiadaan yang mampu menghentikannya. Waktu yang akan menjemput si tetes air ke singgasana keabadian di khayangan nanti. Waktu tersisa dalam kedigjayaan si tetes air adalah waktu ketika ia harus tetap mawas diri.

Kesuksesan sering melupakan diri kita dari mana dahulu  memulai. Cita-cita mulia yang diangankan banyak berubah ketika mencapai kedigjayaan. Meski kita berasal dari bawah, ketika telah berada diatas, kita sering melupakan segala jalan yang pernah ditempuh.

 

Hidup Ini,,,,

12 Mar

Alangkah indahnya hidup ini dalam perhitungan Allah. Setiap hari mengikuti rutin 24 jam dari sejak awal terbukanya mata setelah dimatikan sekejap dan kemudian tertutup lagi untuk menikmati perjalanan malam yang panjang dengan harapan moga-moga mata ini akan berpeluang lagi menatap cantiknya kehidupan yang terbentang luas.

Untuk menjadi insan yang mempersembahkan segala yang terbaik yaitu yang bermakna untuk dunia dan berarti untuk akhirat, tidak mudah untuk mewujudkan kata-kata tersebut, tak semudah untuk mengetik huruf-huruf dan bersatu menjadi kalimat yang indah.

Bila kau memandang segalanya dari Allah, yang menciptakan ujian, yang menyebabkan sakitnya hati, yang menyebabkan kinginan terhalang, maka damailah hati karena tidaklah Allah sengaja mengatur segalanya untuk sesuatu yang sia-sia. Bukan Allah tidak tahu derita hati tetapi mungkin itulah yang Dia maukan, karena Dia tahu hati yang beginilah selalu lebih lunak dan mudah untuk dekat dan akrab dengan-Nya…. Dengan seorang diri berteman akal dipandu iman… moga hari-hari seterusnya lebih indah dan mendamaikan…..

Terbakar diriku sekian lama bermain api dosa YA RAHMAN YA ROHIM… Kumohon berteduh dibawah rindang kasih dan rimbunan keampunan MU….

Dicelah-celah pepohonan keinsyafan, kumohon cahaya hidayah dan taufiqMU… moga sinar itu membawa diriku keluar dari rimba kejahilan dan kemaksiatan… memandu aku ke denah yang betul hingga keujung nyawa…..!

Wanita Sholehah

10 Mar

Dia seorangWanita….!

Yang masih belum dimiliki insan yang bernama suami

Dengan izin dan rahmat dari Ilahi

Pintu hatinya mudah terbuka buat pemuda beriman

Mudah tertutup pula untuk pemuda yang buta hatinya

 

Dia seorang Wanita….!

Sungguh cantik terlindung rambutmu

Sungguh ayu tertutup bentuk tubuhmu

Yang terlahir jelas gaya kesopananmu

Mengaburi segala yang tersirat dihati

Hanya diri sendiri yang menghakimi

Mungkin suci ikhlas karena Illahi

 

Dia Seorang Wanita……!

Tutur katanya terungkap mutiara kata nilaian berharga

Kecantikannya lahir dari pribadi mulia

Keturunannya baik-baik belaka dari keturunan Adam & Hawa

Hartanya bukan bertujuan untuk berbangga

Namun, agamanya teras kejayaan berganda

 

Dia Seorang Wanita…..!

Kasihnya kepada Ilahi tidak berbelah bagi

Iman & takwa di hatinya dijaga dipelihara

Andai kau telah sampai ke tahap ini

Dengan akhlak mahmudah terpahat dihati

Syari’at Islam senyawa dalam diri

Maka layaklah dikau mendapat ganjaranNya

Muslimah sholehah kau gelari

Menjadi idaman setiap muslim sholeh

Yang sukar sekali untuk diperoleh….!!!

 

Istana Rumah Cacing

9 Mar

Istana rumah cacing

Tempat semua manusia terbaring

Tak lagi terdengar suara nyaring

Suasana nan amat hening


Siapa yang dapat membantu

Tuk lepas dari belenggu itu

Tiada lagi tempat tuk mengadu

Atas diri yang terbujur kaku

Terkurung dalam liang beku


Ternampak akan dosa-dosa

Jasad menghiba dalam penyesalan

Sambil membayangkan kapankah kiamat datang

Tanpa hisaban memberatkan

 

Hidup Adalah Perjuangan

7 Mar


Melangkah dan terus melangkah…. Adakalanya diri terpaksa berlarian pula, adakalanya perjalanan terhenti seketika…. tertarik pada suatu pohon yang amat rindang, redup dibawahnya dari gasakan terik mentari.¬† Akarnya timbul melata dari tanah, menggambarkan keteguhan dan kekuatannya mampu bertahan andainya dirempuh angin taufan dan bah banjir. Sedikitpun tidak tergugat, walaupun dari salah satu akarnya telah tercabut namun masih ada akar lain yang gagah menggenggam bumi biar tidak rebah dan tumbang. Menarik alunan cabang ranting-rantingnya mengeluarkan dedaunan pucuk hijau, berselingan bunga-bungaan yang mekar berseri… wangi memikat isi hati dan perasaan…. dan buah-buahan yang masak ranum menambah kualitas bagi sebatang pohon.

Adakalanya diri tersadar bahwa diri tidak layak untuk memetik dan merasainya. Diri ini hanyalah perantau yang sekedar memiliki waktu yang sementara untuk berteduh dibawahnya. terkadang sebuah pohon itu menggugurkan bunganya jatuh anggun melayang diribaan. Buat diri menikmati wangian sementara bagi menenangkan kecarutmarutan dan kekeliruan emosi. Terkadang juga buahnya senantiasa ada saja, walaupun tergugur dari puncak pohon, tetapi baik isi rupanya.

Pohon ini setia membiarkan diri berteduh dibawahnya, tetapi diri merasa bahwa sudah tiba waktunya untuk bangkit lagi, menapak memulakan perjalanan. Tidak selamanya patut hanya untuk duduk berteduh, diri perlu bergerak, mencari arah tujuan, biarpun bakal bersua liku-liku berbatu, gunung-gunung bercabang, dan onak ranjau berduri. Tetap mencoba…. tekad dan yakin hati.

Dunia ini hanya sementara….. bersama bersegera menuju jalan kembali….. esok pasti kan sampai kepada-Nya.

Emak…

4 Mar

Emak…. begitulah aku memanggil neneku….!

Emakku sering menyuruhku mencabut uban-uban miliknya. Di hari-hari yang lalu sambil berbaring disampingku, mak menyuruh aku mencabut uban-ubannya, kuperhatikan uban putihnya semakin banyak, kulihat garis-garis kerutan pada wajah emakku juga kian kentara.

“Mak…” ujarku “rambut putih emak makin banyak, kalau minta dicabutin nanti hilang semua rambut emak….” ucapku nakal.

Emakku berkata “emak sudah tua, bila mak udzur nanti, mak tak mau menyusahkan anak-anak, hantarkan saja emak ke rumah panti jompo, mak tak mau jadi beban siapa pun”

“Apa mak…? Insya Allah, anak-anak mak akan jaga emak, mak jangan fikir yang bukan-bukan ya mak” ujarku sayu.

Wanita inilah…nenek, ratu hatiku. Wanita yang nampak lemah pada luarannya, tetapi gagah dalamannya. Keteguhan hatinya menjadikan dia wanita teristimewa. Baginya, biar dia lapar, tapi tak pernah membiarkan anak-anaknya kelaparan.

Dialah seorang wanita, hadirnya bagaikan haruman mewangi dari kuntuman kasturi, Tidak sekali-kali mulia dipandang hina, setia dibalas cela dan benar dikata dusta. Hayatnya adalah untuk beribadah dan taat kepada Tuhannya. keluhuran budinya bukti keikhlasan hatinya yang sejati. Pengorbanannya adalah bukti kecintaan kepada Allah dan Rosul-Nya.

Kini emakku sudah terbaring lemah tak berdaya, emakku telah berada di usia senja, semangat juang hidupnya tak nampak lagi, sendiri berbaringnya dikamar mengabdikan diri, bermuhasabah dan menginsafi diri, lidahnya dibasahi lafadz zikrullah tak henti-henti, sesekali kulihat peluh di dahi mak mengalir membasahi dahi, mungkin dia sadar sang maut sedang mengintai diri…

Ya allah…!

Rahmatilah emakku dalam pelukan kasih sayangMu, lindungi dari panas neraka yang membara, emakku hanya ingin mati di dalam pelukan agama yang Kau ridhoi…..Amin….

Serambi Mekah

1 Mar

Ku deudeuh Serambi Mekah, Ngaran endah taya peurah

Kagadabah nu sarakah, Antukna Anjeun katulah

Tsunami mangrupa bukti, Rewuan nemahan pati

Jiga anu taya harti, Banjir bandang hiji ciri

Tawis panggeuing ti Gusti, Pikeun ngabebenah diri

Usik dina tetekon Hyang Widi,,,,,,

Daun syetan angger ngemrat, Mancawura natar jagat

Jutaan jalma sakarat, Kacanduan barang laknat

Duh…… Serambi Ganja !!